9 Jenis Logical Fallancy atau sesat pikir yang sering terjadi beserta contohnya

Pengertian Logical Fallancy 

 Logical Fallancy atau Sesat Pikir adalah penggambaran seseorang yang memiliki pola pikir yang salah terhadap suatu kejadian. dalam bahasa indonesia Logical Fallancy ini diartikan juga sebagai Kesalahan logika. hal ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman seseorang dalam menanggapi suatu kejadian sehingga salah dalam mengartikan dan tidak serius dalam beropini.


Jenis Jenis Logical Fallancy 

1.  Ad Hominem

merupakan argumen rancu yang digunakan untuk menyerang pribadi atau kelemahan seseorang bukan argumennya. sesuai dengan kata 'Hominem' yang berarti manusia atau individu seseorang. Ad Hominem ini terbagi menjadi 3 

a. Argumentum Ad Hominem Abusive

Argumen yang digunakan untuk menyerang kelemahan seseorang secara langsung dan berkaitan dengan keadaan fisik atau bahkan memberikan stigma tertentu berkaitan dengan fisik seseorang.

Contoh : untuk jadi artis harus orang yang cantik dan ganteng, orang itu penampilannya jelek, pasti tidak akan lulus.

b. Argumentum Ad Hominem Circumstansial

Argumen yan digunakan untuk menyerang kelemahan seseorang berkaitan dengan latar belakang orang tersebut dapat berupa agama, suku ataupun ras

Contoh : di amerika orang yang bercadar dianggap teroris, kamu terlihat memakai cadar, berarti kamu seorang teroris. 

c. Argumentum Ad Hominem Tu Quoque

Argumen yang digunakan untuk menyerang kelemahan seseorang berkaitan dengan sejarah hidup atau masa lalu orang tersebut

Contoh : kegagalan pernikahan dia disebabkan karna pada masa lalunya dia selalu berganti pasangan.

 

2. Appeal to Popularity

Argument yang melibatkan opini atau pernyataan sebagian besar masyarakat karena dipercayai kalau banyak orang yang berpikiran sama.

Contoh : artis itu kabarnya sering berkata kasar, banyak orang yang meyakini hal itu 

 

3. False Dilemma

Merupakan argument yang bersifat hitam-putih atau hanya memberikan dua pilihan kendati sebetulnya masih ada pilihan  

Contoh : seorang enggan memilih A karena dia memiliki keperibadian yang buruk, kemudian disimpulkan kalau seorang itu adalah pengikut B. namun faktanya pilihan tidak ditentukan atas calon A ataupun B

 

4. Straw Man

Argument yang terjadi ketika seseorang penutur sesat piker menyederhanakan argument orang lain secara salah. Bertujuan agar argument yang ada terdengar lebih simple dan mudah dipahami, tetapi memakai argument yang tidak berkaitan dengan topik pembahasan.

Contoh : dalam debat pemilu, salah satu calon mengatakan bahwa ia ingin agar pembangunan negara diberhentikan agar mengurangi anggaran pengeluaran. Namun pada saat itu juga lawan calon menentang dengan berargumen kalau ia igin menjadikan negara ini memiliki relasi terhadap negara lain lebih luas.

 

5. Post Hoc

Argument yang dihasilkan tidak sesuai dengan sebabnya, akan tetapi dipercaya bahwa penyebab yang tidak sesuai itulah yang benar.


6. Circular Argument/ circular reasoning

Argumen yang terus berputar-putar pada hal itu dan tidak menemukan titik terangnya. Hal ini akan menjadi sesat piker karena argument yang disampaikan menjadi hilang atau tidak berarti apa-apa.

Contoh : kenapa kita haru percaya tuhan itu ada? tuhan itu ada, karna dijelaskan oleh kitab, dan kitab tersebut dibuat oleh tuhan.jadi kita harus pecaya karena kalau ada kitab pasti ada tuhan.


7. Slippery Slope

Argument yang kecenderungan berasumsi sebab akibat yang salah dan tidak masuk akan pada pengambilan inti argumennya. Memiliki langkah penyelesaian argument yang panjang sehingga meninbulkan argument yang tidak logis

Contoh : kalau kamu gadang malam ini maka besok kamu akan mengantuk, kalau sudah mengangtuk akan sulit mendengarkan penjelasan guru, kalau tidak paham materi kamu akan mendapatkan nilai yang jelek, setelah pengumuman nilai kamu tidak naik kelas. Yang dimana itu bisa disimpuklan bahwa kalau kamu gadang maka kamu tidak akan naik kelas.


8. Gambler' Fallancy

Argument yang terjadi ketika seseorang memiliki pola piker yang percaya akan sesuatu berjangka pendek

 

9. Hasty Generalization (overgeneralization)

Argument yang didasari atas terlalu cepat  menggeneralisasi suatu sampel kejadian dalam skala kecil kedalam keadaan besar

Contoh : seorang berpikir semua laki-laki selalu bersikap kasar kepada perempuan didasari atas pengalamannya bertemu banyak laki-laki dan semuanya bersikap kasar kepada seorang tersebut. Artinya seorang itu menggeneralisasikan semua cowo dari sampel kecil kedalam sampel besar berdasarkan hal yang pernah terjadi pada masa lalunya.

Comments